13 Jun '16, 4am

Cerpen: Batu: Dadanya bertalu melihat perempuan dengan perut sebesar durian montong menjerit menahan nyeri ya...

Cerpen: Batu: Dadanya bertalu melihat perempuan dengan perut sebesar durian montong menjerit menahan nyeri ya...

Cerpen : Mufidz At-thoriq Syarifudin "INI waktunya, Mas!" Jerit isterinya. Segera ia matikan rokok di jepitan jarinya. Ia tatap istrinya terkulai di kursi makan yang menghadap ke dapur. Matanya terbelelak, menahan mules di perutnya. Darah di selangkangannya seperti sungai yang menjalur dari hulu. Dadanya bertalu melihat perempuan dengan perut sebesar durian montong menjerit menahan nyeri yang menancap di sela-sela pahanya. Ia segera berlari keluar dari pintu. Gerimis mengahantam tubuhnya. Lumpur membuat larinya berhati-hati seperti kupu-kupu yang terbang ketika angin meluruhkan dedaunan. Mengantarkan kehidupannya yang usai setelah sekian lama berpegangan pada ranting yang kulitnya seperti tanah yang kering. Malam ini ia berharap Ma Inok berada di rumah dengan remang cempor yang masih menyala. Di persimpangan jalan, dekat kebun singkong Pak Sodin, ia tergelincir. Tangannya ...

Full article: http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/06/13/cerpen-batu

Tweets